Halo! Balik lagi di sini :D
Masih dalam masa ujian sih, tapi film ini menggoda iman banget. Dan dengan iman selemah ini, siapa yang akhirnya bisa taat?
Yap, this is my review of Double-O Seven's newest action -yang sekaligus memeringati 50 tahun James Bond, Skyfall :D
Oh ya, berhubung film ini masih fresh from the oven, then this one is no-spoiler review. Let's get it started!
Film dibuka dengan adegan yang ada di trailer, yaitu pas si 007 lagi bertengkar sama penjahat di atas atap kereta. Agen satunya, si cewek, Eve (Naomie Harris) memegang semacam rifle-sniper dan meminta instruksi diperbolehkan menembak atau tidak, mengingat si James Bond sama pejahat ini terlalu banyak bergerak (namanya juga lagi bertengkar). M (Judi Dench) pun memberi instruksi untuk menembak.
And bam! Agent down.
Ternyata masalah M tidak berhenti sampai di operasi yang gagal dan hilangnya -dengan asumsi sudah mati- Bond. Seperti yang ada di trailer, ada scene di mana M lagi ada di sebuah jalan, dan bam! sebuah gedung meledak. Gedung MI6.
Sebuah badan intelijen terkena serangan teroris adalah hal yang mencengangkan. Orang-orang pun mulai mempertanyakan kredibilitas M sebagai bos MI6, termasuk Mallory (Ralph Fiennes). Mallory meminta M untuk pensiun, yang oleh M disebut sebagai pemecatan, dan M menolak untuk pensiun sebelum masalah ini selesai. Untungnya, saat masa-masa kritis ini, datanglah si Bond setelah selama beberapa hari lied low di tempat antah berantah, doing things like drinking and eating painkiller pills.
M seneng dong, begitu agen favoritnya hidup lagi. Bond pun dipercaya untuk melakukan misi lagi setelah menjalani berbagai tes. Misinya kali ini adalah tracking down the terrorist. Bond pun menjalankan misinya dengan kesusahan karena dia sudah tidak muda lagi (jelas) dan sudah jarang melatih fisiknya selama lied low.
Bond pun akhirnya berhasil menemukan teroris yang melakukan semua kekacauan ini. Si teroris, Silva (Javier Bardem), ternyata adalah mantan agen MI6 kesayangan M yang berkeinginan besar untuk membunuh M karena dendam (merasa terkhianati).
Nah, siapakah yang akan menjadi pemenang duel agen kesayangan M ini? Bond atau Silva? Lalu bagaimanakah nasib M dan MI6? Temukan jawabannya di bioskop :D
Skyfall ini syutingnya banyak dihabiskan di London. Buat penikmat serial Shelock di BBC, pasti ada yang mengenal beberapa tempat yang jadi lokasi syuting Skyfall. Ya iyalah, sama-sama di London ini.
Entah kenapa, jalur cerita pahlawan-bangkit-dari-kekalahan ini lagi tren. Sebut saja si fenomenal The Dark Knight Rises. Skyfall ini sama. Skyfall menceritakan tentang bagaimana seorang James Bond, yang sudah dianggap mati, yang sudah memulai hidup sederhana, kembali ke London dan kembali menjadi agen rahasia MI6 demi negaranya tercinta, Inggris.
Skyfall juga menceritakan tentang kesetiaan Bond terhadap M dan Inggris, serta keteguhan M dalam memimpin MI6 dan memberantas si teroris ini walaupun ternyata ini berhubungan dengan masa lalunya. Dalam film ini terasa keheroikan dua tokoh utama ini. M, walaupun kesannya menyebalkan, tapi sebenarnya sangat setia pada negaranya. Waktu diminta Mallory untuk pensiun, M menolak dengan alasan tidak mau meninggalkan MI6 dalam keadaan lebih buruk dari sebelumnya.
Bond girls! Right. Entah kenapa, Bond girls kali ini tidak begitu penting. I mean, mereka cuma nongol di beberapa scene aja. Walaupun nanti di akhir ada kejutan tentang salah satu Bond girl (wait for it you James Bond fans!), tapi tetap saja, mereka -in my humble opinion- kurang gregetnya, kurang berperan di Skyfall ini. Perannya minim. Kecuali kalau M dimasukkan dalam kategori Bond girls then yes, Bond girls are significant :D
Secara akting, Javier Bardem gaul gila! Dia berhasil memerankan karakter mantan-agen-intelijen-pindah-jalur-jadi-penjahat-psikopat dengan epic. Penonton serial Sherlock mungkin akan langsung ingat sama peran James Moriarty. Ya, ini sebelas-sebelas koma lima dengan si Mr. Silva. Awal-awal dia muncul, dia terlihat sangat gay (ahaha) tapi tenang, despite his doubtful sexual preference, karakter Silva ini oke banget untuk ukuran antagonis. Why oh why, seringnya peran antagonis yang aktingnya bikin orang kagum...
Secara sinematografis, Sam Mendes oke punya. Banyak scene yang hanya menampilkan siluet dan itu keren. Secara cerita, seperti biasa, Bond versi Daniel Craig ini lebih masuk akal dan sederhana, tidak banyak menampilkan teknologi mutakhir dalam bentuk alat maupun kendaraan yang diciptakan oleh Q. Film ini tidak menekankan pada action-nya, melainkan pada kekuatan cerita. Mengenai alurnya, banyak twist yang terjadi sepanjang film. Beberapa adegan membuat geregetan.
Intinya, rasanya tidak berlebihan jika orang-orang penikmat film merasa kalau ini adalah salah satu -if not the number one- film James Bond terbaik. Menurut saya sih memang ini film James Bond yang terbaik yang pernah saya lihat (termasuk soundtrack-nya yang dinyanyikan oleh Adele. Soundtrack James Bond ter-James Bond yang pernah ada). Bagaimana pendapat Anda? Oh ya, jangan lupa bawa tisu, kalau-kalau Anda nanti ikut menangis melihat Daniel Craig menangis. Ups, spoiler! :D
Oh ya, di sini Bond dibantu (lagi) sama Q. The new one! Yang jadi Q lebih muda dan lebih imut (Ben Whishaw).
| imut :3 |
Bonus: soundtrack Skyfall from Adele (Adele gitu loh)
Have a nice weekend everyone!

nice share gan..
BalasHapus