Akhir-akhir ini aku suka sering nonton film di bioskop pada hari premiere-nya. Ajakan temen, dong, jelas. Wong belum punya pacar *sigh*. Karena sering diajak (temen! ah..) itulah aku jadi mau nyoba nulis review film yang udah aku tonton. Dan untuk beberapa film bakal ada review with and without spoiler. So, bear with me :D
Jadi film yang akan di-review kali ini adalah The Amazing Spiderman. Yap, another movie that brings along “spiderman” word. Another hero-theme movie. And it’s from Marvel, again. Jadi tahun ini (kayaknya) ada dua film based on Marvel comic yang tayang. The Avengers sama The Amazing Spiderman ini. Langsung aja deh ke ceritanya. Bisa skip bagian ini, lho. It’s up to you :D
Film ini kembali menceritakan tentang awal mula kisah Peter Parker jadi Spiderman. Kalo di film Spiderman buatan Sam Raimi langsung menceritakan si Peter Parker pas udah gede, di The Amazing Spiderman (TAS) ini kisahnya dimulai sejak si Peter Parker masih kecil imut-imut. Well, of course ceritanya gak dimulai dari situ, tapi ya itulah intinya.
Di film ini, Peter Parker yang diperanin si tampan Andrew Garfield gak seculun pas jaman mas Tobey Maguire yang meranin. Peter Parker di sini cenderung rada gaul, with the skateboard and all. Dan ini dia perbedaan yang paling mencolok; there’s no Mary Jane Watson and Harry Osborn (yet). Yap, sesuai sama di komik aslinya, Peter Parker first love was Gwen Stacy, acted by Andrew Garfield’s now girlfriend, Emma Stone. The blonde girl was the daughter of the police captain, Capt. Stacy.
Kehidupan Peter biasa aja. Yaa standar anak SMA lah. Naksir, dibully, and so on. Tapi setelah si Peter ini secara gak sengaja menemukan tas kerja bapaknya, ceritanya baru seru. Dia langsung mencari tau tentang bapaknya dan apa yang beliau kerjakan. Si bapaknya ini adalah scientist yang lagi membuat suatu eksperimen. Nah, untuk lebih tau detilnya, si Peter memutuskan untuk pergi ke OsCorp, tempat kerja bapaknya dulu.
Singkat cerita di sanalah dia digigit laba-laba mutan hasil rekayasa genetika. Transformasinya pun beda dari jamannya Tobey dulu sama jamannya Andrew sekarang. Jaman si Andrew ini kekuatan Peter kayaknya lebih kuat dari jaman Tobey. Dan Peter versi Andrew ini kurang bisa men-handle kekuatan barunya ini di awal-awal dia dapet. Masalah kematian Uncle Ben, di kedua film ini menurutku sih sama aja intinya: Peter ngambek dan membiarkan orang berbuat jahat yang akhirnya membunuh itu om malang.
Di sini diceritakan kalo Spiderman awalnya dikira penjahat karena dia terus-terusan memburu penjahat yang udah membunuh pamannya. Karena suatu hal akhirnya dia insaf dan membela kebenaran *jeng jeng!*
Meanwhile, thanks to Peter miscalculation, muncullah The Lizard, yang otomatis langsung jadi musuhnya Spiderman. Di saat Spiderman ini mencoba menyelamatkan kota dari si musuh, polisi masih tetep memburunya, treating him like a criminal. Berhasilkan dia menyelamatkan kota dan juga pacarnya yang sedang dalam bahaya? Masalah ending, bisa dipikirin sendiri :p
Banyak hal yang beda dari The Amazing Spiderman ini kalo dibandingin sama Spiderman. Produser & sutradara TAS bilang kalo film yang ini lebih setia sama cerita di komik aslinya. Yaa contohnya tentang si Gwen Stacy itu tadi. Gwen ini udah tau kalo Peter itu Spiderman. Gwen di sini, selain pintar juga bukan yang tipe screamer macem Mary Jane jaman Kirsten Dunst. Dia dengan beraninya membantu si pacar, Spiderman, dalam beraksi. Tapi, kalo bener akan ada lanjutan dari film ini dan masih tetep setia sama cerita aslinya, berarti si Gwen ini bakal meninggal di film kedua, dan di situlah Mary Jane dateng. Ah, padahal udah ngefans banget loh sama pair ini :(
Banyak yang gak begitu suka sama Andrew Garfield being Spiderman, replacing Tobey Maguire. Yang kurang culun, lah, kurang awkward lah. Padahal kalo dipikir-pikir gak juga sih. Kan interpretasi aktor terhadap karakter yang diperanin beda-beda. Yang jelas yang udah baca komiknya yang tau aslinya Peter Parker tuh kayak gimana, dan siapa yang lebih mendekati; Andrew atau Tobey. Nah, masalah chemistry. Chemistry Andrew – Emma lebih gaul daripada Tobey – Kirsten Dunst.
Overall, dari segi cerita, emang Spiderman buatan Sam Raimi lebih gampang dicerna, gak ada kompleks-kompleksnya. Tapi bukan berarti TAS ini susah dimengerti, lho. Gampang juga, cuma masalahnya gak sesimpel di Spiderman. Personally aku ngerasa kalo The Amazing Spiderman ini agak boring, dan kurang menyentuh. Tapi ya itu tadi, dari segi cerita dan chemistry antar tokohnya, TAS lebih bagus.
Sekali lagi, itu menurutku. So have your own choice, people! :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar