Long time no see!
Selamat tahun 2013, I guess? Hahaha.
Kali ini saya akan mereview film Hansel & Gretel: Witch Hunters yang dibintangi oleh mas Jeremy Renner dan mbak Gemma Arterton plus mbak Famke Janssen. Oh, satu pesan saya:
JANGAN BAWA ANAK KECIL UNTUK NONTON FILM INI!
Kenapa? Karena ya karena walaupun ini berdasarkan bedtime story Hansel & Gretel, tapi film ini bukan film yang menceritakan kedua bersaudara itu melarikan diri dari penyihir jahat yang rumahnya dari permen. This was far beyond that. Film ini hanya untuk orang dewasa, remaja ababil boleh jadi hanya akan menggangu Anda di bioskop. Scenes mereka saat membunuh penyihir (which was so many) itu -menurut saya sih- termasuk sadis. There were too much violence and gore. I mean, Gemma Arterton –all right, I mean women- got punched in the face? Man, you don’t want your kids see that right?
Okay, that was the warning sign. Off to the review, shall we? 
Pada awalnya sih cerita film ini sama dengan yang biasanya ada di buku-buku dongeng. Hansel dan Gretel, dua bersaudara (I still think that Gretel is the older one. Damn Indonesian subtitle, making me doubting this) yang tersesat di hutan –not really. Suatu malam bapak mereka menuntun mereka ke tengah hutan dan meninggalkan mereka. Nah, di tengah hutan, kelaparan, mereka jalan dan akhirnya melihat sebuah rumah. Yep, the candy house.
Pas masih enak-enak makan rumah itu (sounds weird, eh? makan rumah..), pintunya tiba-tiba terbuka. Akhirnya mereka masuk dan selanjutnya sesuai dongeng; mereka dipaksa kerja (untuk kemudian dijadikan makanan oleh si penyihir), mereka berusaha melarikan diri, dan berhasil melarikan diri dengan cara menaruh si penyihir di panggangannya sendiri. Sejak saat itulah, mereka kemudian terkenal sebagai orang yang selamat dari penyihir jahat dan dari sinilah mereka menjadi witch hunters, karena mereka tahu cara membunuh penyihir dan sihirnya tidak mempan pada mereka.
Suatu hari mereka sampai di sebuah kota. Di kota itu sedang marak terjadi penculikan massal anak kecil oleh penyihir. Mereka didatangkan untuk mengembalikan anak-anak kecil tadi oleh si gubernur. Si sheriff tidak setuju.
Singkat cerita, mereka berburu penyihir pada pagi/siang hari dan akhirnya tertangkaplah salah satu penyihir ini. Setelah diinterogasi (which included scenes that your kids shouldn’t watch) ternyata mereka, para penyihir ini, lagi mau mengadakan acara. No, it’s not kondangan or nikahan. Upacara ini (sabat) dilakukan pada saat gerhana bulan dan tujuannya agar para penyihir ini nantinya tidak akan mempan terhadap api. Mereka berencana mengumpulkan 12 anak yang merepresentasikan 12 bulan dalam setahun. Gawatnya, ternyata mereka tinggal butuh 1 anak lagi!
Akhirnya Hansel pun pergi mencari si anak. Pas itu juga rombongan penyihir (cuma 2 doang sih) datang, memporak-porandakan kota. Nah, disaat Hansel pergi menyelamatkan si anak, ternyata Great Black Witch, Muriel (Famke Janssen), datang ke penjara untuk membebaskan temannya yang tadi ditahan dan diinterogasi. Hanya tinggal Gretel dan seorang lagi di sana. Muriel berhasil membawa kabur temannya, Gretel pingsan dan seorang lagi mati.
Keesokan paginya, Hansel dan Gretel yang terpencar (masing-masing ditolong oleh orang lain) berusaha saling mencari satu sama lain, sampai akhirnya Hansel tiba di sebuah rumah kosong. Boom! Ternyata di situ ada Gretel (bukan bom, hehehe). Saat melihat sekeliling, Hansel teringat sesuatu. Ternyata itu adalah rumah mereka yang dulu! Tapi ada yang lain, ada suatu ruang bawah tanah yang mirip tempat penyihir. Gretel pun mengambil kesimpulan bahwa ibu mereka adalah penyihir, tapi penyihir putih. Hansel tidak terima.
Tiba-tiba Muriel datang dan menceritakan kejadian aslinya. Ibu mereka, Adrianna, adalah The Great White Witch. Untuk melakukan sabat ini mereka, para penyihir jahat, butuh jantung dari penyihir putih. Berhubung Adrianna itu sangat kuat maka para penyihir jahat tidak bisa mendekat. Nah, agar mereka tetap bisa melakukan upacara ini maka Muriel berinisiatif untuk membuat isu agar para penduduk mencurigai Adrianna dan akhirnya warga membunuhnya plus si bapak. Alasan Hansel dan Gretel kebal dari sihir adalah karena mereka telah diberi mantra pelindung oleh ibu mereka. Dan berhubung mereka adalah setengah penyihir putih (Gretel lebih tepatnya) maka Muriel mengincar Gretel dengan membuat isu tentang penculikan anak-anak tadi. Target sebenarnya adalah Gretel. Dan dengan itu, Gretel pun diculik oleh Muriel.
Bagaimanakah kelanjutannya? Silahkan menonton di bioskop pilihan 
And by the way, thank you for the treat, Lala!
*what’s funny: Ada troll yang membantu Gretel. si Troll ini saat ditanya namanya, dia menjawab Edward. Yep, Edward. Nama ini belakangan terkenal karena film ababil Twilight Saga. So, there you go, Twilight fans. Your precious, handsome, shiny vampire “Edward” is a TROLL here in this movie. I love this! 
that is Edward the kind Troll :3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar