Hei!
I know, I know. I was being unresponsive for like, what, forever? Hehe.
So, since this isn't a "Keeping Up with Kardashians" of whatever shit it is, I'm just gonna re-introduce my oh-so-weird life; I already graduated from my college and is now working at Mataram.
Nope, not that this has anything to do with Yogyakarta.
It's Mataram, the capital city of West Nusa Tenggara, dude. Real deal, eh? Being a woman whose home-base is in Surabaya and just kicked out of Java.
Anyway, I didn't rue or cry in vain (my family already did it). I just (wo)man up and face the reality and make the most of it; by introducing West Nusa Tenggara to everyone! :D
Sekarang, aku mau cerita sedikit tentang Mataram.
Siapapun yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di pulau Jawa pasti kemungkinan besar
berpikir bahwa kota-kota di luar Jawa ini tidak seperti kota dan lebih mirip kecamatan.
SALAH!
Mataram yang merupakan ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat dan terletak di pulau Lombok, contohnya. Pertama kali tau kalo dibuang ditempatkan di sana, harapan pertama -sebagai orang yang biasa hidup di kota- adalah semoga kota ini beneran kota dan bukan ala-ala kayak Pelabuhan Ratu. Boy, was I wrong.
First impression: (agak) RAME!
Walaupun jauh dari ramenya Jakarta/Surabaya, tapi Mataram masih lebih rame daripada Jember dan beberapa daerah yang ada di Jawa lainnya. Di sini sudah banyak mobil dan motor berseliweran, fast food chain sudah bertebaran, mall sudah ada dua, dan sinyal 4G sudah masuk! :"D
Ya intinya untuk kalian yang ingin menjadi pegawai negeri (ataupun kerja lainnya) tapi takut dengan
hidup di kota orang, don't worry. Kerja di kota orang itu eye-opening, lho.
Kita jadi lebih berpikiran terbuka dan jadi lebih bersyukur.
Enough about me babbling about my new place. Now about the real deal; Gili Air!
*I'm gonna approach this as a somewhat-guide to backpack there from Mataram.
Jadi, pada suatu akhir pekan yang indah, I said to myself, enak ini kayaknya ke Senggigi sama Bukit Malimbu.
Eh kok mendung :(
Sebagai pelarian maka dibuatlah rencana untuk ke Gili (escalated quickly, yes?). Awalnya mau ke Gili Trawangan biar kekinian gitu. Tapi kok hotelnya penuh semua jadinya melarikan diri ke Gili yang terdekat, yakni Gili Air. Walaupun perjalanan tidak sampai tiga jam tapi kayaknya enak kalo nginep hehe.
So, this was my rundown:
1. Booking Penginapan
So I spent so much time to find the right place. Daaan terpilihlah Begadang Backpacker, tempat menginap yang menurutku paling gaul. Kenapa?
Pertama, dia dekat spot sunset (nama jalannya Sunset Boulevard).
Kedua, ratenya antara 100.000 sampai 150.000 rupiah semalam.
Ketiga, fasilitas surprisingly lengkap; ada air putih galon (jadi ga perlu beli mahal-mahal), kulkas, water heater (buat pop mie hehehe), dan sewa sepeda cuma 30.000 seharian.
Keempat, lumayan kenalan sama bule hihihihi :D penginapan ini isinya ada sekitar 3 sampai 4 pondok yang tiap pondok berisi 8 bunk beds.
Pemiliknya bule sih, tapi ramah sekali. Kalo gagap bahasa Inggris atau hilang arah si bule ini ngomong apa (kayaknya sih Australian, logatnya tebel), bisa ajak omong pegawainya yang asli Lombok. Semuanya ramah dan bersahabat. Top!
2. (sebisa mungkin) Hemat Transportasi
Karena ngekos di Mataram maka perjalanan dimulai dari Mataram. Dari tempat manapun di Mataram, pergi menuju pasar Rembiga, lanjut naik angkot Elf/L300 (di sini disebut engkel) ke pelabuhan Bangsal. Ada dua jalur menuju Bangsal, yaitu jalur Bukit Pusuk dan jalur Senggigi. Aku sih ke Bangsal nya naik ojek dari perempatan Pasar Rembiga hehehe. Salah sendiri engkel ga ada yang ngetem huh.
Engkel ini 20.000, sementara ojek 50.000 (bisa ditawar). Jalur Bukit Pusuk ini jalur berliku ala pegunungan, udaranya segar dan masih banyak monyet (atau kera?) liar di sana. Untuk yang menyewa sepeda motor bisa berhenti sebentar untuk memberi pisang hewan-hewan itu :)
Sampai di Pelabuhan Bangsal, loket penjualan tiket ke gili ini berbeda; untuk Gili Meno dan Gili Trawangan, loket ada di sebelah kiri (pokoknya paling rame) sedangkan untuk ke Gili Air loketnya di sebelah kanan/timur melewati para penjual makanan. Loketnya kecil dan cenderung lebih sepi dari loket diujung yang lain. Di loket ini dijual tiket fast boat dan public boat. Fast boat sekitar 80.000, public boat hanya 12.000 (Gili Air, untuk gili yang lain hanya beda 2000-4000). Perjuangan terberat setelah beli tiket adalah menunggu. Yes! Public boat baru akan berangkat kalo perahu sudah memenuhi kuota penumpang, yakni sekitar 20-25 orang. Karena yang menuju ke Gili Air tidak sebanyak Gili Trawangan maka dapat dipastikan penantian dari nomor tiket 1 sampai perahu siap berangkat akan membuat hati tidak seberapa gembira.
Perjalanan memakan waktu setengah jam. Namanya juga perahu lokal, pasti bakal kerasa banget ombaknya. Tapi seru kok, ga sampe bikin pusing :)
![]() |
| Pelabuhan Bangsal |
![]() |
| Pelabuhan Bangsal |
![]() |
| public boat |
![]() |
| naik perahu seru! |
Ini dia tempat mendaratnya -Gili Air!
3. Sewa Sepeda Keliling Gili
Yap. Walaupun Gili Air ini gili terkecil, tapi percaya deh, jangan jalan kaki kayak aku :(
Tepat setelah mendarat dan menjejakkan kaki di Gili Air, langsung speechless melihat keindahan lautnya. Saking takjubnya, sampe ga sadar dan belok kanan dan menyusuri jalan yang penuh kafe. Padahal nih ya, Begadang Backpacker ada ada di sebelah kiri, tinggal menyusuri jalan utama :(
Dan bisa ditebak, ada sekitar 2 jam jalan tanpa arah dengan pikiran positif bahwa ini nanti
akan balik ke tempat asal.
APAAN.
Kenyataannya sampe 3 jam kemudian masih belum ketemu BB. Duuuh -_____-
Tapi kalo kalian tersesat, tenang! Gili Air merupakan gili dengan penduduk asli terbanyak, jadi kalo kalian bingung kalian bisa tanya sama penduduk lokal. Mereka sangat ramah. Saking ramahnya, waktu aku tanya sama abang-abang yang lagi naik sepeda entah ke mana dan aku berentiin aja gitu, eh tapi si abang itu berhenti trus mengantarkan diriku yang hina ini. Dia tetep naik sepeda sih, ya kali mau boncengan berdua so sweet banget dong jadinya -_-
Socially awkward dan gagap bertanya? Tenang! Sinyal di sini kuat kok, aku pakai tel*o*sel dan tetap bisa internetan ria.
Socially awkward dan gagap bertanya? Tenang! Sinyal di sini kuat kok, aku pakai tel*o*sel dan tetap bisa internetan ria.
Selain itu, kalau kalian ga bawa senter, mending jangan keluar dari jalan utama (main road) -soalnya kalo malam gelap banget! Di tengah gili ini, ga jauh dari jalan utama, ada masjid. Nah, kan solat maghrib sama isya di sana tuh, then I noticed something; para jamaah ini banyak yang bawa senter. Buat apaan dah.
ALAMAKJAN GELAP BANGET JALANNYA EMAK BAPAK OM TANTE GAEEES HELP.
Serius.
Gelap gulita gitu lah. Lampu jalan cuma beberapa, banyak sawah, dekat jalan utama masih banyak lahan kosong di sana. Kebayang dong gelapnya kayak apa. Iya langitnya terang benderang tapi kalo jalan sambil yang dilihat langit ya mana nyampe keleus.
Untungnya dalam kegelapan malam itu aku berhasil menemukan jalan utama. Di jalan utama ini banyak petunjuk penginapan, dan petunjuk BB akhirnya menuntunku kembali ke kasur :”)
4. Foto-foto :D
Awalnya ke sini mau foto sebanyak mungkin, tapi ternyata cuma bisa foto beberapa kali.
I spent my time gawking over the beauty that is Gili Air. Cantik banget.
Takut atau jadwal padat tidak memungkinkan snorkeling? It’s definitely okay! Because You don’t have to be in the middle of the sea to see how clear the water is. Tinggal ke dermaga fast boat aja, then you’ll see (at least) a glimpse of how beautiful this island is.
Setelah tersesat dan tak tahu arah jalan pulang dan jadi butiran debu, paginya langsung siap jalan lagi untuk liat sunrise. Agak telat sih, but it was beautiful nonetheless.
Kalo mau liat sunset tanpa terhalangi, silakan ke Gili Trawangan, gili yang letaknya paling barat.
Kalo mau liat sunrise muncul dari balik pulau Lombok dan Gunung Rinjani, Gili air tempatnya.
ongkos:
1. Dari Rembiga naik ojek 50.000
2. Naik perahu lokal ke Gili Air 12.000
3. Penginapan Begadang Backpacker semalam 150.000
4. Makan di Gili Air, kisaran 30.000-50.000 sekali makan
5. Snorkeling sekitar 100.000 (I didn't)
6. Beli gelato (enak!) sambil nunggu perahu balik ke Lombok 20.000 one scoop
7. Perahu lokal ke Lombok 12.000
8. Dari perempatan Bangsal naik engkel ke Mataram 20.000
nb: buat kalian yang memutuskan untuk menginap, bisa cari penginapan yang bisa masak air jadi kalian bisa makan mie hehehe.
Now, it’s up to you. Have a great holiday!


































Tidak ada komentar:
Posting Komentar